Kapan kita berani untuk menghapus segala memori? Untukku, sekarang. Bukan karena aku berani, malah karena aku ciut. Ciut, jika ternyata memori itu cuma ilusi. Ciut, jika menyadari keindahan itu hanyalah bentukan fantasi. Ciut, cinta itu adalah narsisme, ego, onani. Tidak ada yang namanya pasangan sempurna, saling jaga dalam batas jalan menuju tujuan yang sama, yang esa, menyatu bagaikan dongeng dalam mitologi Yunani. Ciut. Yang mencintaimu adalah dirimu sendiri. Yang memuaskanmu …Read the Rest
